Biografi Tung Desem Waringin, Sang Motivator Peternak Uang


Tung Desem Waringin di Alun-Alun Solo

Tung Desem Waringin merupakan salah satu motivator Indonesia dengan bayaran fantastis. Buku-buku yang dikarangnya terjual ludes sampai ribuan kopi hingga masuk rekor MURI. Tidak hanya itu, ia juga merupakan pebisnis yang ulung dengan omzet triliunan rupiah. Nah, kalau mau tahu bagaimana kisah suksesnya, simak selengkapnya pada biografi Tung Desem Waringin berikut.

Siapa sih yang tidak pernah mendengar nama Tung Desem Waringin? Sama seperti Merry Riana dan Mario Teguh, ia masuk ke dalam jajaran motivator sukses Indonesia dengan bayaran fantastis. Maka tak heran, banyak orang mencari biografi Tung Desem Waringin untuk mengenal sosok motivator yang sering mengucapkan kata “dahsyat” ini lebih dalam dan mengetahui rahasia kesuksesannya.

Tung Desem Waringin merupakan seorang anak laki-laki yang berasal dari keluarga sederhana di Solo. Kesederhanaan keluarganya itu membentuk pribadinya menjadi anak yang mandiri. Terlebih lagi, ia harus menyaksikan ayahnya jatuh bangun memulai bisnis sehingga tekadnya untuk membantu keluarga sangatlah kuat.

Laki-laki pendiri Asia Speaker Association ini mengawali karier sebagai karyawan di salah satu bank swasta Indonesia, yaitu BCA. Perjalanan kariernya di sana begitu cemerlang dan  dalam beberapa tahun saja sudah langsung diangkat menjadi Kepala Wilayah. Sayangnya, ia harus resign dan mencari pekerjaan yang lebih banyak menghasilkan uang demi pengobatan ayahnya.

Hingga akhirnya, ia memilih untuk banting setir menjadi seorang motivator. Tentu saja, pekerjaannya ini tidak langsung berjalan mulus. Ia harus mengawali semuanya dari nol. Akan tetapi, kesabarannya berbuah manis, buktinya pada tahun 2013 ia menjadi salah satu motivator dengan bayaran termahal, yaitu 100 juta per jam.

Apakah Anda semakin penasaran dengan sosoknya dan ingin tahu trik kesuksesannya? Kalau begitu tidak perlu basa-basi lagi, simak kisah lengkapnya dalam biografi Tung Desem Waringin di bawah ini, ya!

Kehidupan Pribadi Tung Desem Waringin

Tung Desem Waringin di Alun-Alun SoloSumber: Instagram – tungdesemwaringin.tdw

Ketika mencari biografi Tung Desem Waringin, mungkin Anda penasaran dan ingin mengulik tentang kehidupan pribadinya. Nah, Anda bisa membaca ulasan mengenai kisah masa kecil, keluarga, dan riwayat pendidikannya di sini.

1. Masa Kecil

Tung Desem Waringin merupakan anak ketiga dari lima bersaudara yang lahir di Solo pada tanggal 22 Desember 1967. Ayahnya, Tatang Sutikno, mencukupi kebutuhan keluarga dengan berwirausaha sehingga dunia bisnis tentu tidak asing lagi baginya.

Pada sebuah wawancara, pria ini bercerita bahwa ia lahir ketika usaha ayahnya sedang mengalami kebangkrutan. Orang tuanya tidak mempunyai uang sama sekali untuk membayar biaya persalinan di rumah sakit. Ia akhirnya bisa keluar dari rumah sakit setelah saudaranya berpatungan untuk melunasi biayanya.

Melihat kesuksesan Tung Desem Waringin sekarang, Anda mungkin mengira kalau ia adalah anak yang pintar. Tetapi nyatanya, dia dulunya adalah seorang murid yang biasa-biasa saja. Bahkan, di sekolah dasar ia bisa dibilang di bawah rata-rata.

Kehidupan TDW kecil tidaklah mudah. Dia harus melihat usaha ayahnya jatuh bangun berkali-kali. Hal itulah yang kemudian membuatnya bertekad untuk belajar lebih giat lagi supaya bisa membantu usaha orang tuanya dan menjadikannya sukses.

Untuk mewujudkan keinginannya itu, laki-laki ini kemudian mengubah pola belajarnya dan banyak mengikuti kegiatan les ketika masuk SMP. Ia pun mulai berteman dengan orang-orang yang membuatnya bisa mengembangkan potensi yang dimiliknya. Sesuai yang diajarkan sang ayah, kalau ingin sukses maka dia harus bergaul dengan orang yang sukses juga.

Hal itu terus dilakukannya hingga memasuki bangku SMA. Meskipun pernah terancam gagal ujian, tapi dengan tekad yang kuat dirinya akhirnya lulus juga dengan nilai yang cukup bagus. Inilah sedikit kisah Tung Desem Waringin semasa kecil hingga SMA yang bisa Anda baca lewat biografi ini.

2. Kuliah Sambil Berjualan Emas

Setelah lulus SMA, Tung Desem Waringin melanjutkan pendidikannya di Universitas Negeri Solo (UNS). Pada awalnya, ia diterima di Fakultas Ekonomi jurusan Studi Pembangunan. Namun, ia merasa tidak cocok lalu memutuskan untuk pindah ke Fakultas Hukum dan mengambil jurusan Hukum Perdata.

Selama masa kuliah ini, ia bertekad untuk menjadi yang mahasiswa terbaik di kelasnya. Maka dari itu, ia berusaha mati-matian supaya bisa mendapatkan IPK yang bagus. Tak hanya belajar dengan giat, ia pun aktif membangun jaringan sosial dengan mengikuti organisasi mahasiswa. Selain itu, ia sering mengikuti perlombaan akademis dan pernah memenangkan beberapa kejuaraan.

Memasuki semester akhir, Tung Desem Waringin mencoba peruntungannya untuk berbisnis emas. Ia mengambil emas dari toko kakaknya dan seorang pengusaha asal Jakarta untuk dijual kembali. Dirinya menawarkan emas tersebut dengan berkeliling dari satu toko ke toko lain ke berbagai kota, mulai dari Semarang hingga Pekalongan. Bisnisnya itu bisa dibilang cukup sukses.

Semua usaha-usaha yang dilakukan semasa kuliah nyatanya membuahkan hasil yang baik. Pada tahun 1992, ia akhirnya lulus dari Fakultas Hukum UNS dan menyandang predikat mahasiswa teladan dan berprestasi. Inilah sedikit cerita tentang pendidikan Tung Desem Waringin yang bisa dibaca dalam ulasan biografi ini.

Baca juga: Biografi Ibnu Sina, Bapak Kedokteran Modern yang Dituduh Atheis

3. Membangun Keluarga

Biografi Tung Desem Waringin - Berlibur dengan KeluargaSumber: Instagram – tungdesemwaringin.tdw

Anda pasti sudah sering mendengar pepatah yang mengatakan, “Di balik pria sukses pada ada wanita hebat yang mendampinginya,” kan? Nah, sosok wanita hebat di kehidupan Tung itu adalah Suryani Untoro atau yang lebih akrab disapa Yani. Kalau Anda penasaran, kisah cinta lengkap kedua sejoli ini bisa disimak di biografi Tung Desem Waringin berikut.

Ceritanya berawal dari Suryani yang sedang melamar pekerjaan setelah lulus kuliah pada tahun 1995. Pada waktu itu, ia juga ingin mencoba menjajal peruntungannya menjadi manager di BCA. Kebetulan, ia berteman dekat dengan adik dari Tung sehingga disarankan untuk menitip lamaran lewat kakaknya saja.

Dari situ, keduanya mulai mengobrol banyak. Pada awalnya hanya membicarakan soal pekerjaan saja, terlebih lagi Tung sudah berpengalaman di bidang pekerjaan yang akan dilamar oleh Yani. Setelah sekian waktu sering bertemu, mereka pun menjadi teman akrab.

Lambat laun, baik TDW maupun Yani ternyata menyadari bahwa mereka mempunyai perasaan suka satu sama lain. Tak lama kemudian, mereka memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih.

Hubungan kedua sejoli tersebut berjalan kurang lebih selama dua tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah. Sebelumnya, TDW pun melamar Yani dengan cara yang sederhana dan romantis, yaitu dengan naik sepeda membawakan bunga mawar.

Tung Desem Waringin dan Suryani Untoro menikah pada tahun 1997. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai tiga orang anak, yaitu Tung Tiago Masimo, Tung Alta Kania, dan Tung Waldo Kamajaya.

Rumah tangga yang sudah dibangun selama lebih dua puluh tahun itu terlihat begitu harmonis. Salah satu bukti keharmonisan pasangan ini bisa Anda lihat melalui postingan Tung Desem Waringin di akun Instagram pribadinya.

Saat diwawancarai seorang youtuber bernama Chandra Putra Negara, Yani membagikan beberapa resep yang membuat rumah tangganya tetap harmonis. Resep-resepnya yaitu mempunyai komunikasi yang terbuka, tidak terlalu mengekang, dan selalu percaya pada pasangan.

Baca juga: Biografi Bob Sadino, Sosok Pengusaha Nyentrik yang Selalu Memakai Baju Lengan Pendek dan Celana Pendek

Sukses Menjadi Banker

Biografi Tung Desem Waringin - Memakai Pakaian JawaSumber: Instagram – tungdesemwaringin.tdw

Selanjutnya lewat biografi Tung Desem Waringin ini, Anda akan membaca tentang perjalanan kariernya mulai dari awal merintis hingga sukses. Mari simak selengkapnya!

1. Awal Karier

Lulus kuliah dengan IPK yang memuaskan membuat TDW mungkin berpikiran akan mudah untuk mendapatkan pekerjaan. Sayang, kenyataannya tidaklah semudah itu. Dirinya mengirim lamaran ke banyak perusahaan, tapi tidak kunjung mendapatkan panggilan kerja.

Hingga suatu hari, ia mendapatkan panggilan kerja dari salah satu bank swasta, yaitu BCA. Dari situ, ia harus berjuang mengalahkan ratusan pelamar lainnya di mana hanya delapan orang yang akan lolos. Ia pun berhasil masuk dan menjadi satu-satunya lulusan universitas dalam negeri yang terpilih.

Tung Desem Waringin kemudian menjalani training di Jakarta. Selama pelatihan tersebut, ia selalu berperan aktif di tiap sesi sehingga membuatnya terlihat menonjol di antara yang lain. Di akhir pelatihan, dirinya pun dinyatakan sebagai lulusan terbaik dari training Management Development Program.

Setelah itu, pria berperawakan tinggi ini ditugaskan ke Surabaya untuk membenahi masalah-masalah yang terjadi di cabang tersebut. Pada saat itu, hasil audit kantor cabang Surabaya menduduki peringkat paling akhir.

Pada awalnya, ia diberikan waktu oleh pimpinan untuk membereskan semua masalah dalam waktu dua tahun. Menariknya, ia bekerja seorang diri dan mampu membenahi masalah-masalah pada 22 cabang pembantu hanya dalam kurun 4 bulan saja. Cabang Surabaya yang awalnya menduduki peringkat 20, setelah ditangani oleh Tung kemudian melesat menjadi nomor satu.

Karena keberhasilannya itu, Tung Desem pun diminta untuk membenahi cabang Semarang yang juga tidak kalah buruk. Setelah dia datang, cabang tersebut kemudian menduduki peringkat kedua.

Tak berhenti di situ saja, dirinya juga dikirim ke cabang Kupang yang selalu menderita kerugian selama empat tahun terakhir. Dengan menjabat sebagai pimpinan sementara, ia mampu menyelesaikan masalahnya hanya dalam tiga hari saja. Beginilah sedikit tentang awal perjalanan karier Tung Desem Waringin sebagai banker dalam ulasan biografi ini.

Baca juga: Biografi Mahatma Gandhi, Sang Empunya Jiwa Agung yang Cinta Damai

2. Berada di Puncak Karier, Tetapi Memilih untuk Keluar

Prestasi-prestasi yang terus dicetak oleh Tung Desem Waringin mengantarkannya meraih kedudukan sebagai Kepala Cabang BCA di Malang pada tahun 1998. Pada waktu itu, Indonesia dilanda krisis moneter dan membuat BCA menjadi kolaps karena para nasabah menarik tabungan mereka. Hebatnya, kantor cabang yang dipimpin olehnya malah kelebihan dana. Maka dari itu, ia pun menerima tiga kali bonus dalam satu tahun.

Di tengah kesuksesan kariernya, Tung mengalami cobaan yang begitu berat. Sang ayah menderita penyakit liver yang cukup parah. Rumah sakit di dalam negeri tidak ada yang mampu mengobati, akhirnya sang ayah dibawa ke Singapura.

Biaya yang dibutuhkan tentu saja sangat banyak. Bahkan, gajinya sebulan hanya mampu digunakan untuk membayar biaya perawatan selama satu hari saja. Di situ, ia merasa sangat sedih dan bingung bagaimana caranya untuk membiayai pengobatan sang ayah.

Bekerja di BCA selama bertahun-tahun memang sudah membuatnya nyaman, tapi gajinya tidak cukup untuk membayar biaya pengobatan sang ayah. Apalagi, waktu itu tidak ada kenaikan gaji akibat krisis moneter.

Dengan berat hati, Tung Desem Waringin memilih untuk keluar dan menerima pinangan perusahaan lain yang mampu memberi gaji untuk menutup kebutuhan hidupnya. Ia bekerja sebagai General Manager Pemasaran Pusat di Lippo Group. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan pertama sebagai penyedia belanja online. Tentu saja tantangannya sangat besar mengingat pada waktu itu teknologi belum begitu canggih.

Namun, kariernya di sini tidak terlalu berjalan mulus. Dirinya hanya mampu bertahan selama 7 bulan karena merasa tidak cocok dengan pimpinannya. Hal itu membuatnya tidak mempunyai pekerjaan untuk sementara waktu.

Baca juga: Biografi Ahmad Yani, Pahlawan Revolusi yang Cemerlang di Bidang Militer Sejak Muda

Pindah Haluan Menjadi Motivator

Kutipan Tung Desem WaringinSumber: Instagram – tungdesemwaringin.tdw

Selanjutnya, dalam biografi Tung Desem Waringin ini, Anda akan diajak untuk melakukan kilas balik perjalanannya dari yang semula menjadi pengangguran di usia yang tidak muda lagi hingga kemudian meraup kesuksesan seperti sekarang. Mari disimak selengkapnya!

Pada tahun 2001, Tung Desem Waringin menjadi pengangguran. Ia pun harus memutar otak bagaimana caranya supaya bisa menghidupi keluarganya karena tidak mungkin hanya mengandalkan uang tabungan yang dipunyai saja.

Hingga pada suatu hari, ia melihat sebuah iklan seminar motivasi yang diadakan oleh Anthony Robbins. Pada waktu itu, biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti seminar motivator favoritnya ini tidaklah murah. Bahkan, ia harus menjual tanah miliknya di Malang guna membayar biaya training.

Meskipun terlihat sedikit “gila”, tapi istrinya memberi kepercayaan penuh kalau suaminya tahu benar apa yang ia lakukan. Tidak hanya mengikuti seminar Anthony Robbins, ia juga menghadiri seminar milik motivator kondang lain seperti Robert Kiyosaki, Bob Proctor, dan Robert G untuk belajar lebih banyak lagi.

Karier Tung Desem Waringin menjadi motivator dimulai setelah mendapatkan lisensi eksklusif sebagai konsultan Anthony Robbins di Indonesia. Ia pun mengadakan seminar gratis untuk pertama kalinya. Namun tentu saja, perjalanannya sebagai motivator sukses tidak langsung mulus begitu saja. Butuh beberapa tahun untuk membuat namanya sebagai motivator semakin dikenal.

Namanya dikenal luas setelah mengadakan seminar yang diikuti oleh para karyawan Columbia Furniture. Setelah mengikuti seminar tersebut, persentase penjualan perusahaan tersebut kemudian meningkat sebanyak 40%. Alhasil, banyak perusahaan-perusahaan yang mengundang TDW untuk mengadakan seminar bagi karyawannya.

Kini, biaya yang dibutuhkan untuk mengundangnya terbilang fantastis, yaitu 8.000 USD atau sekitar 100 juta per jamnya. Mantap sekali, bukan?

Baca juga: Inilah Biografi Chairil Anwar, Penyair yang Mendapat Julukan Si Binatang Jalang

Menjual Bukunya dengan Metode-Metode Sensasional yang Cerdas

Buku Financial RevolutionSumber: Gramedia

Tidak hanya mengadakan seminar saja, TDW juga menulis buku-buku motivasi yang laku keras di pasaran. Lantas, apa saja judul bukunya dan apa yang dilakukannya sehingga bisa mendulang sukses besar? Cerita selengkapnya bisa Anda baca lewat biografi Tung Desem Waringin ini.

Pada tahun 2005, Tung Desem Waringin merilis sebuah buku yang diberi judul Financial Revolution. Untuk memasarkan karyanya itu, ia melakukan aksi sensasional dengan cara mengenakan pakaian seperti Panglima Besar Soedirman dan menunggangi kuda di sekitaran Jalan Sudirman, Jakarta. Ia berkeliling sambil membawa poster buku yang dirilisnya.

Cara yang unik tersebut mampu merebut perhatian media dan membuat orang-orang penasaran sehingga membeli bukunya. Di hari pertama perilisannya, Financial Revolution langsung terjual habis lebih dari 10 ribu eksemplar. Kesuksesan besar ini pun membuatnya mendapatkan rekor MURI sebagai penulis buku inspirasi dengan penjualan lebih dari 10.000 copy di hari pertama penjualan.

Kemudian pada tahun 2008, Tung Desem Waringin kembali merilis buku karyanya yang diberi tajuk Marketing Revolution. Cara yang tak kalah sensasional pun dilakukannya untuk mempromosikan karyanya tersebut.

Tak tanggung-tanggung, motivator handal ini menyebarkan uang sebanyak 100 juta rupiah dari atas helikopter di sebuah lapangan di daerah Serang, Banteng. Saat membacanya, mungkin Anda akan mengira kalau hal yang dilakukannya ini benar-benar gila. Namun alasan di baliknya akan membuat Anda berdecak kagum.

Pada waktu itu, TDW hanya diberikan uang sebanyak 200 juta oleh penerbit guna mempromosikan buku keduanya itu. Tentu saja, uang tersebut akan tidak akan cukup jika digunakan untuk memasang iklan di media besar. Maka dari itu, cara menyebar uang itu dipilih olehnya.

Dalam waktu sekejap, aksinya tersebut diliput lebih dari 100 media. Sebuah cara yang lebih efektif dibandingkan dengan memasang iklan, bukan? Penjualan bukunya kali ini pun melonjak hampir empat kali lipat daripada sebelumnya, yaitu terjual lebih dari 38.00 ribu copy di hari pertama perilisannya.

Baca juga: Biografi Frans Kaisiepo, Pahlawan Nasional di Lembar Uang 10.000 yang Menyatukan Papua dengan Indonesia

Bisnis yang Dijalankannya dalam Beternak Uang

Biografi Tung Desem Waringin - Selfie di Salah Satu PropertiSumber: Instagram – tungdesemwaringin.tdw

Tak hanya mempunyai penghasilan fantastis dari seminar-seminar yang diadakan, pria yang pernah dianugerahi gelar The Most Powerful People in Business tahun 2005 versi majalah SWA ini pun menginvestasikan penghasilannya ke berbagai sektor. Kira-kira usaha apa saja yang digelutinya? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

1. Pasar Modal

Tung Desem Waringin mencoba peruntungannya sebagai investor modal pada tahun 1997. Berawal dari coba-coba, ia pun membeli beberapa saham tanpa pertimbangan yang matang. Kurangnya pengetahuan dalam dunia saham membuatnya menderita kerugian yang cukup besar.

Namun, hal tersebut tak membuatnya kapok. Ia tetap membeli berbagai macam saham. Akan tetapi kali ini, dirinya lebih berhati-hati dan mempertimbangkan dengan benar fundamental perusahaan yang sahamnya akan dibeli.

Biasanya, TDW membagi investasi modalnya dengan dua cara, yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Apabila dirinya sudah mendapat keuntungan kira-kira 10%, maka setelah itu investasinya akan dicabut. Meskipun demikian, ia biasanya lebih tertarik dengan investasi jangka panjang.

Ia pun membagikan salah satu triknya saat bermain saham, yaitu tidak pernah membeli saham di saat harganya di titik terendah. Ia menyarankan momen yang tepat untuk membeli adalah ketika harganya naik.

Tak hanya berkecimpung dalam pasar saham, dirinya juga menginvestasikan penghasilannya dalam bentuk reksadana. Buat Anda yang belum paham, reksadana adalah sebuah wadah yang menghimpun dana dari masyarakat yang mempunyai modal dan ingin berinvestasi, tapi tidak mempunyai banyak waktu dan minim pengetahuan tentang investasi.

Nah, sebelum benar-benar berinvestasi reksadana, langkah yang akan dilakukan oleh TDW adalah melihat siapa fund manager-nya dan bagaimana rekam jejaknya. Meskipun diawasi oleh Ototritas Jasa Keuangan (OJK), tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga dan memilih reksadana yang tepat.

2. Bisnis Properti

TDW, Ibu, dan Ank Laki-Laki PertamaSumber: Instagram – tungdesemwaringin.tdw

Bisnis kedua Tung Desem Waringin yang bisa Anda baca lewat ulasan biografi ini adalah properti. Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, keuntungan berbisnis properti memang menggiurkan. Meskipun modalnya cukup banyak, tapi hasilnya pun tidak kalah besar.

Pada tahun 2007 saja, tercatat dirinya sudah mempunyai 11 unit properti yang tersebar di dalam maupun luar negeri. Di Indonesia, ia memiliki beberapa unit rumah dan ruko yang disewakan. Tak hanya itu saja, ia juga berinvestasi membangun resor di Bangka Belitung dan Tanjung Lesung.

Sementara itu, di luar negeri dia juga menanam modal dalam pembangunan salah satu resor di La Paz, Meksiko. Untuk membangun resor tersebut, ia bekerjasama dengan penanam modal lainnya yang ditemui ketika mengikuti acara-acara seminar di luar negeri.

Selain Meksiko, pria yang menjadi Dewan Pembina Asosiasi Manajemen Indonesia ini juga mempunyai apartemen di Singapura pada tahun 2006. Baginya, bisnis apartemen ini sangat menguntungkan karena dulunya ia membeli seharga 280 ribu dollar singapura, tapi nilai jualnya sudah lebih dari 1 juta.

Semua aset properti yang dimiliki oleh TDW hanya disewakan dan tidak ada yang dijual. Terlebih lagi, harga properti tiap tahun akan selalu naik sehingga keuntungannya di masa depan nanti pasti akan bertambah.

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk berbisnis properti seperti TDW?

3. Menjalin Mitra dan Membangun Perusahaan

Biografi Tung Desem Waringin - Di Depan Salah Satu Tempat UsahanyaSumber: Instagram – tungdesemwaringin.tdw

Pada tahun 1999, Tung Desem Waringin sudah memulai menjalin mitra bisnis dengan beberapa orang temannya untuk membuka toko buku Toga Mas di Yogyakarta. Meski pada awalnya harus merugi hingga ratusan juta, tapi dalam beberapa tahun mereka bisa mengembalikan modal dan mendapat untung.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2005, ia melirik bisnis edugame untuk anak-anak bersama dengan Limat Kosim, seorang pengusaha dari Medan. Edugame yang berisi materi tentang belajar bahasa dan berhitung tersebut dipasarkan dalam bentuk CD dan dijual di seluruh jaringan Gramedia. Usaha ini berkembang dengan pesat sehingga TDW bisa mengembangkannya dengan membuka cabang perusahaan di Singapura pada bulan April 2007 lalu.

Selanjutnya, TDW juga menjalankan bisnis kontraktor bersama dengan rekannya. Ia pernah menerima proyek untuk membangun perumahan TNI sebanyak 1.000 unit di daerah Jawa Barat. 

Tak hanya itu saja, pria berpostur tubuh tinggi ini juga berinvestasi pada beberapa perusahaan. Salah satunya adalah investasi di pabrik motor bermerek Torindo yang sudah terjual lebih dari 700 unit. Ia juga menggelontorkan uang untuk membangun perusahaan tabung gas bersama beberapa rekannya.

Ia juga membangun pabrik batik di Cikarang yang hasilnya nanti akan diekspor ke luar negeri. Agendanya, perusahaan tersebut akan menggandeng sejumlah desainer kondang dunia seperti Gucci, Yves Saint Laurent, dan Versace. Inilah bisnis-bisnis Tung Desem Waringin yang bisa Anda baca di ulasan biografi ini.

Ternyata banyak sekali usaha yang dijalankannya? Kira-kira, Anda bisa menebak tidak berapa total kekayaan Tung Desem Waringin?

Dikenal Sebagai Pria Hangat yang Sayang Keluarga

TDW dan IbuTDW dan Sang Ibu
Sumber: Instagram – tungdesemwaringin.tdw

Lewat biografi Tung Desem Waringin ini, Anda akan mengenal sosoknya yang tidak hanya pekerja keras dan mampu melihat peluang, tetapi juga begitu menyayangi keluarga. Meskipun mempunyai jadwal yang cukup padat, ia tetap menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama dengan anak, istri, dan ibunya. 

Kedekatan dirinya dengan keluarga bisa Anda lihat melalui unggahan foto-foto di akun Instagram pribadinya. Di sana, ia banyak sekali membagikan momen-momen berlibur bersama dengan sang istri. Pose foto bersama istrinya pun tidak kalah romantis dengan pasangan muda zaman sekarang, lho.

Tung Desem Waringin juga terlihat begitu dekat dengan anak perempuannya yang bernama Tung Alta Kania. Bahkan, ia pernah menyewakan kapal pesiar untuk merayakan ulang tahun putrinya itu.

Dan, yang paling mengharukan adalah kedekatannya dengan sang ibu. Ia pun tidak segan-segan untuk menunjukkan afeksi terhadap ibunya. Di setiap postingannya dengan sang ibu, ia pasti meminta doa agar ibunya diberi umur yang panjang. Manis sekali, ya?

Teladan yang Diambil Setelah Membaca Biografi Tung Desem Waringin

Demikianlah ulasan biografi Tung Desem Waringin mulai dari masa kecil, pendidikan, karier, hingga kesuksesannya. Semoga bisa mengurangi rasa penasaran Anda tentang salah satu motivator inspirasional Indonesia ini.

Setelah membaca biografi Tung Desem Waringin di atas, ada banyak sekali hal yang bisa Anda pelajari dan dijadikan teladan hidup. Salah satunya adalah tidak mudah menyerah dan putus asa untuk menggapai cita-cita Anda. Keadaan yang serba terbatas sebaiknya tak lantas menjadikan Anda menyerah pada nasib begitu saja. Teruslah berusaha karena Anda pasti akan menemukan jalan menuju kesukesan.

Dan jangan lupa, setelah sukses tetaplah berbakti pada orang tua dan luangkan waktu untuk mereka. Anda mungkin tidak tahu bahwa kesuksesan Anda adalah doa dari orang tua juga.

Selain Tung Desem Waringin, Anda bisa membaca biografi tokoh lain yang tidak kalah menginspirasi, yaitu Merry Riana, Bob Sadino, Steve Jobs, dan lain-lain. Kisah-kisah perjuangan heroik para pahlawan Indonesia juga bisa Anda simak di PosBagus, lho.

Tak hanya itu saja, jika Anda membutuhkan rekomendasi tempat wisata untuk merencanakan liburan di berbagai wilayah Indonesia seperti Yogyakarta, Bandung, atau Surabaya, bisa membaca ulasannya di sini. Namun, untuk yang tidak ingin ke mana-mana, Anda juga bisa berkreasi dengan masakan dari berbagai daerah yang mudah dibuat di rumah. Tetap simak PosBagus, ya!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DON'T MISS